Revitalisasi Kitab Kuning. Perlukah ??



Kitab kuning bukanlah rukun dalam sebuah pesantren. Karena rukun dalam pesantren hanyalah Kiai, Santri dan Masjid atau sarana untuk berkumpul. Jadi kitab kuning bukanlah sesuatu yang utama. Namun kitab kuning menjadi sebuah keniscayaan adanya, terutama pada pesantren yang memang dari awal tujuannya untuk tafaqquh fiddiin. Inilah yang menjadi tujuan dari pesantren yang menitikberatkan kitab kuning sebagai kurikulum utama para santrinya.

Pesantren bukanlah semata-mata menjadi lembaga pendidikan. Namun juga dapat sebagai lembaga sosial, balai pengobatan, perpolitikan dan bahkan balai perjodohan. Oleh karena itu pendidikan hanyalah salah satu ladang garapan dalam pesantren. Bahkan pesantren pun ada yang memiliki spesialisasinya sendiri-sendiri. Ada pesantren preneur, pesantren fiqh, pesantren nahwu dan lain-lain. Namun, sekali lagi kitab kuning juga tidak dapat dipisahkan dari pesantren. Pesantren diharapkan sebagai lembaga tafaqquh fiddiin. Inilah pesantren yang diharapkan dapat mencetak para santri yang bisa membaca kitab kuning.

Kitab kuning menjadi sumber utama dalam kehidupan pesantren, bahkan pada kehidupan luar yang lebih luas lagi. Karena semua yang ilmu yang sudah diketahui harus diamalkan dan semua amal harus dengan ilmu. Dalam metode pengajaran kitab kuning, pada umumnya yang diterapkan ada dua, yaitu bandongan dan sorogan. Bandongan merupakan sistem pengajaran kitab kuning yang dibacakan oleh guru dan murid bersifat pasif mendengarkan saja. Lain halnya dengan sistem sorogan, sistem ini lebih menekankan pada keaktifan para santri untuk membaca di hadapan gurunya. Bahkan sampai menerjemahkan dan menjelaskan maksud dari teks yang telah dibacanya. Kedua sistem ini memiliki kontribusi yang penting dalam penguasaan kitab kuning.

Dalam prosesnya pun, para santri memiliki tahapan masing-masing dalam tingkatan penguasaan kitabnya. Dimulai dari kitab-kitab yang kecil dan ringan hingga kitab-kitab tebal yang memiliki pembahasan lebih dalam lagi. Selain itu pula para santri diberikan tugas atau PR untuk dikerjakan untuk pengayaan pengetahuan para santri terhadap kitab kuning. Metode ini diberikan supaya para santri memiliki keberanian dalam membaca, mengartikan, dan menjelaskan kitab kuning.

Kembali lagi dalam persoalan revitalisasi. Dalam artian bahwa bagaimana kitab kuning dapat memiliki peran penting, apalagi bagi pesantren yang memang konsen dalam tafaqquh fiddiin. Yang itu khusus dalam pemahaman-pemahaman agama. Inilah asal mula tujuan sebuah pesantren. Mirisnya, ketika pesantren membuat sebuah lembaga formal, pesantren pun harus memiliki kurikulum pelajaran umum. Yang tentu hal itu harus menyesuaikan dengan pemerintah atau kurikulum nasional yang ijazahnya menjadi syarat untuk masuk ke dalam perguruan tinggi.

Kemudian muncullah metode kombinasi antara kurikulum nasional dengan kurikulum asli pesantren dengan cara mengurangi pelajaran-pelajaran umum dan memasukkan kurikulum pesantren di dalam pengajaran sekolah-sekolah formal saat ini. Dengan memasukkan kitab-kitab kuning ke dalamnya. Solusi inilah yang dilakukan oleh pesantren agar nilai-nilai keilmuan pesantren dapat selalu ada dan lestari meskipun memiliki lembaga formal.

Kemudian yang kedua, menjadikan penguasaan kitab kuning sebagai standar kenaikan kelas atau kelulusan. Seperti halnya madrasah di Krapyak yang menjadikan beberapa mata pelajaran yang berbasis kitab kuning itu harus diselesaikan. Pada umumnya pelajaran Nahwu Shorof dan pembacaan ataupun hafalan. Dua hal inilah yang mampu merevitalisasi kitab kuning. Inilah yang menjadi nilai plus dari sekolah-sekolah yang berada di dalam naungan pesantren. Dengan ini diharapkan santri ketika lulus madrasah sudah dapat membaca kitab kuning.

Selain itu pula, agar kitab kuning dapat lestari dan selalu hidup di zaman sekarang hingga nanti, para santri dan lembaga pesantren harus bisa membahasakannya ke dalam bahasa yang popular dan dapat diterima banyak kalangan. Semisal membahasakan Bab Syirkah dengan istilah Koperasi atau yang lainnya. Apalagi dengan hadirnya media-media sosial saat ini. Para santri dituntut pandai-pandai dalam memanfaatkan media. Inilah yang kemudian disebut sebagai digitalisasi pesantren, yang saat ini juga sedang digalakkan.

Maka dengan cara-cara di atas, kitab kuning menjadi penting sebagai sumber utama literatur santri. Karena tanpa disadari dan dimungkiri bahwa anak-anak zaman now yang notabene non-pesantren menjadikan media sosial mereka sebagai sumber pemahaman keagamaan. Inilah menjadi tugas para santri untuk memviralkan ajaran pesantren ke luar. Sehingga kitab kuning dapat mendunia. Karena kitab kuning menjadi sumber utama yang kebenarannya kita yakini dan terpuji. Maka disebarkan agar menjadi lebih bermanfaat.

Maka supaya kitab kuning menjadi vital juga, ada dua hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, para santri perlu dibekali dengan kemampuan dan keterampilan literasi. Dalam artian dapat membahasakan apa yang ada di dalam teks dan mengkombinasikannya ke dalam konteks. Yang kedua, santri harus dibekali dengan kajian-kajian sosial,politik, dan ekonomi sehingga keilmuan yang sudah dipelajari dalam kitab kuning dapat dibahasakan dan dikontekskan ke dalam ranah sosial budaya dan politik tadi.


Oleh : KH Hilmy Muhammad
(disampaikan dalam acara Sarasehan Haflah PP Al Luqmaniyyah ke 19)


COMMENTS

Nama

Ala Islam,2,Bahtsul Masail,6,Bilik Kitab Kuning,2,cerpen,14,figur ulama,7,Humor Santri,4,Ipin dan Iman,3,kesehatan,2,LQ Zone,13,Nasihat,6,opini,14,profil santri,3,Puisi,9,Redaksi,2,tajuk utama,20,teknologi,5,Wawancara,1,
ltr
item
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner: Revitalisasi Kitab Kuning. Perlukah ??
Revitalisasi Kitab Kuning. Perlukah ??
https://3.bp.blogspot.com/-l1YMFnWMHf8/WulhHcdExhI/AAAAAAAAAa0/YhQlhCQT2PkAmq9Ta9W_OTZ3OFudQE0KQCLcBGAs/s320/d2496f6f-571e-4468-84c2-6bab26255ce1.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-l1YMFnWMHf8/WulhHcdExhI/AAAAAAAAAa0/YhQlhCQT2PkAmq9Ta9W_OTZ3OFudQE0KQCLcBGAs/s72-c/d2496f6f-571e-4468-84c2-6bab26255ce1.jpg
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2018/05/revitalisasi-kitab-kuning-perlukah.html
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2018/05/revitalisasi-kitab-kuning-perlukah.html
true
5050469009596547954
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy