SUARA KITA ADALAH MASA DEPAN KITA

Oleh: Moh. Lutfi Nurcahyono

Beberapa saat lagi kita semua rakyat Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum atau ada yang menamakan pesta demokrasi. Semua warga negara Indonesia berhak memberikan suara untuk memilih calon-calon pemimpin bangsa. Momentum ini adalah momentum yang sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa Indonesia. Kita bangsa Indonesia telah dan terus melakukan proses untuk menjadi bangsa yang makmur, aman, sentosa, dan disegani.

Pemilihan umum yang telah diselenggarakan menjadi bukti bahwa kita bangsa Indonesia menginginkan cita-cita itu tercapai. Kita tidak ingin pemilihan umum yang akan segera kita laksanakan berdampak pada tetapnya keadaan atau bahkan semakin memperparah keadaan. Kita ingin dengan pemilihan umum itu bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik.

Akhir-akhir ini kita telah menjadi saksi sejarah yang belum bisa merubah keadaan. Kita masih saja menjadi obyek sejarah dan korban sejarah, bukan menjadi pelaku sejarah. Kita lihat bagaimana perilaku korupsi yang dilakukan oleh para pejabat kita yang terus menjadi-jadi. Pelakunya tidak sendirian melainkan sudah terorganisir bahkan seperti jaringan teroris. Satu pejabat saja yang terendus melakukan tidak pidana korupsi baik pencucian uang ataupun gratifikasi oleh KPK pasti akan meneror calon pelaku-pelaku lain. Karena sebagaimana yang sudah terjadi, pelaku yang tertangkap akan “bernyanyi merdu” di depan KPK.

Kasus-kasus korupsi yang telah berhasil dibongkar sebenarnya menunjukkan bahwa bangsa Indonesia masih “gagal” dalam berdemokrasi. Para pelaku korupsi umumnya dimotori oleh para pejabat. Sehingga pejabat yang dikenal oleh rakyatnya bukan pejabat yang sudah memberikan prestasi-prestasi dari janji-janji manisnya dihadapan publik, melainkan dikenal karena berkasus. Dalam keadaan inilah masyarakat hanya bisa menunggu kejelasan dari kejadian-kejadian itu. Apakah kejadian-kejadian tersebut hanya sebatas itu saja atau malah masih menyisakan “embrio-embrio baru” yang lebih ganas daripada “induknya” atau bahkan pelaku-pelakunya itu masih terus mereproduksi atau melakukan regenerasi baru yang manusia tidak bisa memutus rantainya? Di sinilah yang penulis maksudkan bahwa kita bangsa Indonesia masih menjadi obyek sejarah, bukan sebagai pelaku sejarah yang bisa merubah sejarah menjadi lebih baik.

Bangsa kita juga secara umum masih menjadi “korban sejarah”. Dikatakan begitu karena sudah demikian akutnya permaslahan yang terjadi. Indonesia dikenal dengan bangsa yang subur alamnya, berlimpah hasil lautnya, menyimpan permata buminya, dan kaya akan “emas” udaranya. Mengapa kita masih menjadi negara miskin di dunia? Sekedar contoh di Arab Saudi yang dikenal dengan negara yang panas atau bergurun secara geografisnya memberikan air kepada rakyatnya secara gratis bahkan air Zamzam  yang terkenal itu bagi siapapun boleh mengambilnya tanpa ditarik biaya. Berbeda dengan Indonesia, Indonesia adalah negara maritim yang dibentuk dari gugusan pulau dan lautan yang luas, bahkan tidak ada yang kesulitan untuk mencari sumber mata air. Namun sekarang sumber-sumber air dikuasai oleh para pemodal sehingga airpun sekarang dijual, Untuk menegak setetes air saja harus membayar. Hak rakyat diperoleh tidak secara cuma-cuma. Sehingga yang terjadi adalah kanibalisme ala rakyat Indonesia, rakyat Indonesia “memakan” sesama rakyat Indonesia.

Keadaan seperti itu harus kita hapus dengan semangat perubahan. Kita harus menjadi pelaku sejarah yang bisa mengubah sejarah bangsa kita untuk menjadi lebih baik. Perubahan yang berdampak kepada meratanya hak-hak rakyat Indonesia. Perubahan tersebut harus kita mulai dari diri kita sendiri. Menjadi pribadi yang santun dan cerdas, jujur dan bersahaja, sederhana dan dermawan. Serta harus bisa memanfaatkan kesempatan di depan mata secara baik dan maksimal. Sehingga dengan pertimbangan-pertimbangan di atas tadi kita harus menatap pemilihan umum dengan penuh optimis.

Cerdas DalamMemilih
“Suara rakyat adalah suara Tuhan” mmerupakan statemen yang harus kita fahami bahwa pemilihan umum saraf dengan nilai ibadah. Rakyatpun dalam hal kesepakatan tidak mungkin bersepakan dalam hal kejelekan. Kesepakatan rakyat dalam segala hal pasti berdasar pada kemaslahatan yang akan dicapai. Sehingga pemilihan umum yang merupakan cerminan dari suara rakyat haruslah sesuai dengan hati nurani.

Sekarang banyak alat-alat peraga kampaye yang bertebaran di mana-mana. Foto-foto caleg dan capres-cawapres menghiasi sudut-sudut jalan. Berbagai action dilakukan agar menarik minat orang yang memandangnya. Mulai dari yang “mirip” agamawan, negarawan, sampai budayawan menghiasi “wajah-wajah” mereka. Bahkan yang lebih parah lagi tidak jarang Tuhan pun diajak berkampanye. 

Janji-janji diteriakan sampai seperti sinyal yang bertebaran kemana-mana. Namun sekali lagi kita harus cerdas dalam memilih. Jangan hanya terkecoh dengan tampilan fisik semata, terkecoh dengan gelar akademik yang dilabelkan. Itu semua tidak menjamin bahwa yang bersangkutan akan mampu mengemban amanah dan memihak kepada rakyat. Itu semua hanya sarana. Rakyat harus cerdas memilih dengan mempertimbangkan jaminan bukan hanya pertimbangan sarana. Gelar, wajah mirip agamawan, negarawan ataupun budayawan hanya sekedar sarana bukan jaminan yang bersangkutan akan pro-rakyat.

Sebagai rakyat kita harus sadar bahwa wakil rakyat (sebagaimana yang ditegaskan Mahmud Syalthut dalam kitabnya Islam; Aqidah wa Syari’ah) adalah
هم اهل النظر الذين عرفوا في الامة بكمال الاختصاص في بحث الشئون و ادراك المصالح والغيرة عليها
Mereka adalah para pakar dengan kesempurnaan spesialisasinya mengetahui dan peka akan kebutuhan-kebutuhan rakyat, selalu bersemangat merealisasikan kemaslahatan dan mempertahankannya.

Minimal dari pengertian itu yang harus dipertimbangkan terkait siapapun yang akan kita pilih adalah mereka yang memang mempunyai spesialisasi kepakaran di bidangnya, mereka peka akan kebutuhan rakyat. Hal itu bisa dinilai dari kesehariannya atau bagaimana dan apa kegiatannya. Yang lebih penting lagi kebijakan-kebijakan yang dipilih adalah kebijakan yang benar-benar memperjuangkan nasib rakyat. Para calon-calon itu memberikan tawaran program yang rasional. Seperti kesehatan benar-benar didapatkan secara gratis untuk semua kalangan.

Hindari Golput
Sebagaimana kesimpulan dari Bahsul Masa’il Ma’had ‘Ali Asembagus Situbondo yang menyatakan bahwa golput adalah hal yang wajar jika memang ketidaktahuan pemilih tentang asal-usul bakal calon dan ketidakpuasan mereka terhadap tingkah laku pemimpin mereka yang berujung kepada memenangkan kepentingan pribadi di atas kepentingan rakyat. Namun, jika golput dengan alasan karena kekecewaan mereka terhadap tingkah laku pejabat, dan sama saja dengan memilih atau tidak, maka yang bersangkutan harus tetap memilih.

Keputusan itu mempertimbangkan hadis nabi yang memilih Khalid bin Walid sebagai panglima. Karena sebenarnya nabi tahu bahwa Khalid akan bertindak menyimpang. Namun demi adanya kemaslahatan yang lebih unggul, nabi lepas tangan dengan perbuatan Khalid yang melanggar hukum dan hal ini bukan termasuk menolong kemaksiatan(i’anah ala al-maksiat). Sehingga golput dengan alasan pemimpin kita tetap melakukan tindakan yang mementingkan kepentingan pribadi saat menjabat adalah tidak diperbolehkan.

Hasil kesimpulan itu mengartikan bahwa betapa pentingnya suara kita. Bagaimanapun kita sebagai rakyat harus turut dalam pesta demokrasi itu. Pada momen itulah semua rakyat Indonesia akan membuka lembaran baru untuk menentukan masa depannya. Dari sinilah rakyat Indonesia harus benar-benar memilih sesuai dengan pilihannya. Jangan sampai suara mereka dihargai dengan uang. Jika hal ini masih saja terjadi maka masa depan bangsa kita akan seperti sekarang ini tanpa ada perbaikan atau bahkan malah lebih parah. Memilih sesuai dengan suara hati, dan memilih dengan kesadaran bahwa momen inilah momen perubahan. Suara kita adalah masa depan kita.[]


COMMENTS

Nama

Ala Islam,2,Bahtsul Masail,6,Bilik Kitab Kuning,2,cerpen,15,figur ulama,7,Humor Santri,4,Ipin dan Iman,3,kesehatan,2,LQ Zone,13,Nasihat,6,opini,14,profil santri,3,Puisi,9,Redaksi,2,tajuk utama,20,teknologi,5,Wawancara,1,
ltr
item
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner: SUARA KITA ADALAH MASA DEPAN KITA
SUARA KITA ADALAH MASA DEPAN KITA
https://3.bp.blogspot.com/-T37RCz5OPX0/WEITJpH_SEI/AAAAAAAAAGQ/S9GXNzFRcu0nixjuVVac0cFCeWKm-vXXACLcB/s200/kpu-1.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-T37RCz5OPX0/WEITJpH_SEI/AAAAAAAAAGQ/S9GXNzFRcu0nixjuVVac0cFCeWKm-vXXACLcB/s72-c/kpu-1.jpg
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/suara-kita-adalah-masa-depan-kita.html
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/suara-kita-adalah-masa-depan-kita.html
true
5050469009596547954
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy