Para Wakil - Wakil Tuhan


Oleh : Kholil A. Hakim

Rasanya beda...
Entah harus aku ceritakan darimana, tapi sesuatu yang baru itu terlihat beda.
Kadang sempat juga berfikir Tuhan tak akan pernah tidur… tapi yang ada dalam aku terus meraung untuk memulai, bahkan hingga puncak ego menguasai...
“ jadi, rasanya beda ya mba? “ tanya seorang yang mengenakan rok abu-abu padaku.
“ kalau kau tak mencobanya sendiri, kau tak akan tau rasanya manis...”
“ apakah harus saat-saat ini juga?’ Hmm.. dia mulai penasaran rupanya.  Kutatap ia dengan mata elang yang kumiliki, dan dengan mantap kukatakan padanya, “ ya, tentu saja.. tapi tetap terserah kau, berani atau tidak. “  Ku tinggalkan ia sejenak, membiarkan anak ingusan itu berfikir, lalu kupasangkan senyum penuh kelicikan.
Tapi itu dulu, ketika aku belum bertemu seseorang yang diam-diam terselip dalam aku, terimakasih telah mengingatkanku, tapi sekali lagi kuberikan kata maaf yang tak ada harganya kepadamu, Ingat! Kau harus tau siapa dirimu karena tak semua kata orang, aku simak dengan baik.
Aku butuh pertolongan....!!! Apakah ada salah satu diantara kalian yang dapat mengeluarkanku, wahai sekumpulan babi idiot? Hei! Dasar manusia-manusia tak ada gunanya ! Apakah kau semua tuli?
“ kemarikan tanganmu wahai gadis manis..”
“ siapa kau? Pergi kau pengemis tua! Baumu.. uh! Pergi kau!”
“ gadis manis, aku tau kau tak mempercayaiku, tapi aku tau ada sedikit di dalam dirimu yang mengatakan bahwa Tuhan tak pernah tidur… kemarilah manis.. .aku akan membantumu keluar dari semua masalahmu.”
“ apa kau Tuhan?”
“ bukan..”
“ lalu dimana yang disebut para babi-babi tuli itu sebagai wakil-wakil Tuhan?”
“ ikutlah denganku manis... akulah utusan Tuhan untuk membawamu pergi dari hiruk pikuk dunia.”
“ tidak! Aku tak mau tertipu untuk kedua kalinya.”
“ Tuhan tak pernah berbohong dengan janji-janjiNya. Dan tentu saja aku bukan penipu layaknya apa yang kau maksud.”
“ bagaimana kau tau jika Tuhan tidak pernah berbohong?”
“ ikutlah aku.. dan kau akan tau jika Tuhan tak pernah berbohong.”
“pergi kau! Aku tak akan mempercayaimu, tuhan tak mungkin mengirim utusannya sejelek wajahmu.”
Apakah benar-benar tak ada yang mau menolongku? Sungguh aku ingin tau jika Tuhan tidak akan membiarkan hambaNya dalam pelita. Hey, aku tidak sedang dalam pelita kawan... aku hanya dalam segerombol masalah. Ayo bangunlah wahai para penyelamat. Jika mungkin, ku panggil engkau wahai pangeran berkuda. Kan ku rayu engkau untuk meninggalkan cinderella. Ayolah... apa telah tuli semua orang disini?
“ Tuhan tidak tuli, dan Ia akan selalu mendengar pintamu jika engkau mau mengingatNya.”
“ siapa kau?”
“ikutlah denganku, manis... akulah utusan Tuhan untuk membawamu pergi dari hiruk pikuk dunia.”
“ kau? Kata-katamu... apakah kau pengemis busuk itu?
“akulah utusan Tuhan untuk membawamu pergi dari hiruk pikuk dunia.”
“ siapa kau sebenarnya? Jangan pernah mencoba membohongiku !”
“Tuhan tak pernah berbohong dengan janji-janjiNya. Dan tentu saja aku bukan penipu layaknya apa yang kau maksud.”
“ aaarrrghh....!!! siapa aku? siapa kau? Siapa kalian? Siapa Tuhan? “
Aku kembali berlari, berlari untuk diriku sendiri, tidak untuk Tuhan yang telah lama ku percayai. Kan kubiarkan kata-kata ku menyeruak apa adanya dalam diriku. Biar apa kata orang… Aku telah mencari-Mu Tuhanku, bukan para wakil-wakil Tuhan yang tuli itu… Telah lama ku tak menemukan jati diriku, ku mempercayaimu tapi diriku tetap kurasa palsu menjadi hamba-Mu. Siapa aku? siapa kau? Siapa kalian? Siapa Tuhan?
Sepanjang mentari menyingsing aku terus berjalan. Biarlah orang menyebutku psikopat, yang terpenting Tuhan tak akan menghakimi hamba-Nya.
Kala itu, aku telah berada dalam radius mendekati kerapuhan. Aku mendengar, benar-benar mendengar.
“ apakah itu anak muda?”
“ ini Al qur’an.”
“ Apakah Al Qur’an milik Tuhan?”
“ Siapa Tuhanmu?”
“ Mengapa kau bertanya demikian? Aku mempercayai-Nya. Kau telah lancang menanyakannya!”
“ Al Qur’an adalah firman Allah SWT. Apa kau ingin juga membacanya?”
“ Apapun yang diciptakan Tuhan tentu boleh untuk dibaca, dicermati bahkan dipahami.”
“ Benar sekali, maka bacalah !”
“ Tentu saja akan kubaca.”
“ Tapi tunggu, sudahkah kau membaca dua kalimat syahadat sebelumnya? Atau melakukan thaharah? Atau sekedar berwudhu?”
“ Rangkaian apa itu? Menurutku Tuhan tak akan mungkin mempersulit hamba-Nya.”
“ Itu benar, tapi melaksanakannya adalah perintah Tuhan sebelum membaca ayat-ayatNya yang suci.”
“ Benarkah? Aku membencimu, tapi aku akan melaksanakan apa kata Tuhan. Berikan aku apapun untuk berthaharah, bimbing aku untuk melafadhkan dua kalimat syahadah, lalu berikan mushaf itu padaku.”
Rasanya beda...

Entah harus aku ceritakan darimana, tapi sesuatu yang baru itu terlihat beda.
Kadang sempat juga berfikir Tuhan tak akan pernah tidur.. tapi yang ada dalam aku terus meraung untuk memulai, bahkan hingga puncak ego menguasai...
Tuhan memang tak pernah tertidur, aku telah memujaNya tanpa tau siapa yang aku puja. Aku telah menyebut namaNya tanpa tau nama apa yang telah kusebut. Aku telah berusaha untuk mendekat, tanpa kutahu siapa yang telah kudekati. Hingga aku menyebut nama-Nya dalam dua kalimat yang tak pernah kusebutkan sebelumnya. Hingga aku membaca ayat-ayat Nya yang tak pernah kuketahui sebelumnya. Aku mencintaMu Tuhan, seperti yang Engkau katakan pada indahnya Al Qur’anmu yang telah memberi cahaya baru untukku.

Untukmu, seseorang yang tak akan kusebutkan namanya, terimakasih telah menunjukkan kata-kata yang lebih indah dari puisi cinta. Bahkan lebih romantis dari karya Kahlil Gibran. Kau tau? Al Qur’an adalah rangkaian kata terhebat di dunia, kawan.



COMMENTS

Nama

Ala Islam,2,Bahtsul Masail,6,Bilik Kitab Kuning,2,cerpen,15,figur ulama,7,Humor Santri,4,Ipin dan Iman,3,kesehatan,2,LQ Zone,13,Nasihat,6,opini,14,profil santri,3,Puisi,9,Redaksi,2,tajuk utama,20,teknologi,5,Wawancara,1,
ltr
item
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner: Para Wakil - Wakil Tuhan
Para Wakil - Wakil Tuhan
https://1.bp.blogspot.com/-r1i2kCFkM94/WEGm5HgDdDI/AAAAAAAAAFc/RJQfyS2Ql1gaPZkYJ2ygw_e9n7-72rt7ACLcB/s200/dd.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-r1i2kCFkM94/WEGm5HgDdDI/AAAAAAAAAFc/RJQfyS2Ql1gaPZkYJ2ygw_e9n7-72rt7ACLcB/s72-c/dd.jpg
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/para-wakil-wakil-tuhan.html
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/para-wakil-wakil-tuhan.html
true
5050469009596547954
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy