Nilai -Nilai Penting Pers dalam Pesantren

Oleh : Kelvin & Charis

         
Menulis adalah salah satu bentuk media ketika seseorang tak bisa mengungkapkan segala unek-unek hatinya dan segala sesuatu yang menjadi beban yang ada di otak. Dengan menulis, seseorang bisa mengekspresikan diri dengan membuat karya ilmiah, opini, atau hanya sekedar coret-coret. Secara tidak sadar siapapun sebenarnya mempunyai potensi untuk menulis, akan tetapi terkadang kebanyakan malah memendam potensi itu, bahkan terkadang terlalu pesimis terlebih dahulu sebelum melakukanya. Mengutip kata pepatah “when you are writing a first draft don’t worry if what comes out is any good or not. Jus write” artinya jika kamu menulis draft pertama, jangan pikirkan hasilnya akan bagus atau tidak, yang lebih penting untukmu adalah terus menulis. Jangan pernah takut salah, lebih baik membuat kesalahan daripada tidak melakukan.

Perlu di ingat, bahwa menulis itu bukanlah bakat bawaaan, semua orang mempunyai potensi yang sama, bahkan seorang penulis besar seperti Ernest Hemingway dulunya adalah orang yang gagal dalam menulis bahkan beliau membuat 100 halaman dan hanya satu lembar saja yang menjadi masterpiece, dan 99 lembar lainya hanya dianggap sebagai coretan-coretan tidak penting. Pengetahuan tak akan selalu terpendam dalam otak, adakalanya pengetahuan yang seseorang miliki butuh di bagi dengan banyak orang, saudara kita, Anak Anak kita, ataupun murid-murid kita. Dengan menulis akan ada banyak orang yang bisa mencicipi ilmu yang kita miliki, dan dengan menulis kita tak capek capek kesana kemari mentransfer ilmu yang kita miliki, karena dengan cukup membaca karya kita, secara tidak langsung pengetahuan yang kita miliki akan ke Transfer kepada pembaca.

           Dari sini kiranya penting akan yang namanya bagaimana cara menulis yang baik dan benar, dengan sesuai sistematika kepenulisan agar pembaca tidaklah kesulitan dalam memahami apa yang penulis maksud. ‘Sebagai seorang santri pasti mengenal Istilah “Ikatlah Ilmu dengan Tulisan”. Ilmu ilmu yang didapatkan dalam pesantren yang mencakup ilmu Hadis, Ilmu Fiqih dan Ilmu Nahwu perlu kiranya diajarkan kepada masyarakat yang membutuhkan pegetahuan tentang itu, dengan menekuni dunia Kejurnalistikan, segala problem dalam hal kepenulisan akan diajarkan didalamnya.

           Status sebagai seorang santri dan profesi jurnalis tak dapat dipisahkan begitu saja. Keduanya pun dapat berjalan beriringan dan berdampingan dengan baik jika mau mengkolaborasikan keduanya. Seorang santri yang selalu identik dengan ilmu keagamaannya akan tetapi dilain sisi ia juga bisa menekuni dalam bidang kepenulisan atau aktif dalam kegiatan jurnalisme. Kegiatan yang ada di pondok pesantren dari bangun hingga tidur lagi selalu disibukkan dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat, semua sudah terjadwal dengan teratur. 

Sehingga waktu bagaikan pedang yang siap diasah dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menebas segala kemungkinan di masa depan. Sebagai seorang jurnalis juga dituntut untuk dapat mengemban tugasnya secara maksimal dan bertanggung jawab. Seorang wartawan dalam melaksanakan tugas kejurnalistikannya pun dituntut untuk selalu menyajikan berita dan yang bagus dan bermanfaat bagi banyak orang. Selain itu juga seorang wartawan atau jurnalis harus memlilki beberapa sifat-sifat sebagai seorang wartawan yang ideal. Sebagaimana dalam buku yang ditulis oleh Luwi Iswara, “Jurnalisme Dasar” menyebutkan bahwa sebagian ciri-ciri yang harus dimiliki seorang jurnalis adalah sifat skeptis. Sifat skeptis inilah yang menjadi ciri khas jurnalisme.

Dikatakan oleh Tom Friedman dari New York Times bahwa skeptis merupakan sikap dimana seseorang selalu mempertanyakan segala sesuatu, selalu ragu terhadap yang apa yang mereka terima, selalu mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah ditipu. Jadi, inti dari sikap skeptis adalah keraguan dan selalu mencari-cari kebenaran secara mandiri. Selain itu, sikap lain yang harus dimiliki seorang jurnalisme adalah sikap untuk selalu action. Kedua sikap ini juga sangat sesuai dengan seorang santri yang memang sesuai dengan sikap seorang santri yang ideal. Seorang santri yang ideal akan selalu action atau bertindak menggunakan waktunya secara maksimal, tak menyia-nyiakan waktunya hanya untuk berleha-leha dan bersantai. Dalam kehidupan pondok pesantren para santri tentunya sudah biasa dengan tuntutan untuk selalu bisa betindak dan selalu sigap terhadap segala aktivitas yang ada di pondok pesantren. 

Hal ini jika diintegrasikan dengan profesi jurnalis atau wartawan tentu akan efektif, karena wartawan juga tak akan menunggu sampai suatu peristiwa muncul, namun ia harus segera mencari berita dan mendatangi suatu kejadian dil luar meja redaksi. Jika seorang wartawan hanya berada di dalam gedung  atau duduk-duduk saja tentu ia tak akan mendapatkan berita atau mendapat berita namun tak sesempurna dibandingkan jika ia mengunjungi tempat kejadian dan menjadi pengamat pertama suatu peristiwa.
Sikap kritis yang ada pada diri santri juga hendaknya bisa disalurkan ke dalam suatu wadah yang pas sehingga nantinya tidak ngawur dalam menyampaikan argumennya. Dari sinilah mengapa perlu adanya pengetahuan mengenai kejurnalistikan atau pers bagi santri. Selain mengetahui tentang pers dan jurnalis tentunya untuk menuangkan gagasan-gagasannya diperlukan juga suatu media yang bisa menampung aspirasi-aspirasinya.
Maka dari itu, perlu untuk masuk dan aktif dalam suatu lembaga pers yang dapat menampung segala pikiran yang ada di dalam kepala. Seperti dengan aktif di majalah ataupun bulletin pondok pesantren, maupun lembaga pers di kampus atau media lain sejenisnya. Diharapkan dengan masuk dan aktif dalam dunia kepenulisan, seorang santri bisa mengembangkan bakat menulisnya dan akhirnya tak selalu menyampaikan aspirasi yang ia miliki dengan tindakan anarkis yang kurang etis, melainkan dengan berpikir kritis dan logis sehingga nantinya timbul suatu gagasan ataupun tulisan yang dapat dijadikan sebagai media dakwah ataupun Media Informasi yang bermanfaat untuk Publik. Selamat Hari Pers Nasional.[]






COMMENTS

Nama

Ala Islam,2,Bahtsul Masail,6,Bilik Kitab Kuning,2,cerpen,14,figur ulama,7,Humor Santri,4,Ipin dan Iman,3,kesehatan,2,LQ Zone,13,Nasihat,6,opini,14,profil santri,3,Puisi,9,Redaksi,2,tajuk utama,20,teknologi,5,Wawancara,1,
ltr
item
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner: Nilai -Nilai Penting Pers dalam Pesantren
Nilai -Nilai Penting Pers dalam Pesantren
https://4.bp.blogspot.com/-ShjHqL7_JJk/WEGc3sN-G3I/AAAAAAAAAEg/laX9SsojYi85Y4JijAqr7l5FX533kJm-wCLcB/s200/pers.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-ShjHqL7_JJk/WEGc3sN-G3I/AAAAAAAAAEg/laX9SsojYi85Y4JijAqr7l5FX533kJm-wCLcB/s72-c/pers.jpg
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/nilai-nilai-penting-pers-dalam-pesantren.html
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/nilai-nilai-penting-pers-dalam-pesantren.html
true
5050469009596547954
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy