NATAL DAN TRISILA BUNG KARNO

Oleh : Hamka Muda

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
(Q.S. Al-Mumtahanah, 60:8)

Dalam khittah yang telah dirumuskan, MUI memiliki lima fungsi utama, yakni sebagai pewaris tugas-tugas para Nabi, sebagai pemberi fatwa (Mufti), sebagai pembimbing dan pelayan umat, sebagai gerakan islah wa al-tajdid dan terakhir, sebagai penegak amar ma’ruf nahi munkar.
Isu mengenai hukum haram ikut merayakan Natal mulai bergulir sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan keputusan haram merayakan atau mengikuti kegiatan Natal pada tahun 1981 pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Buya Hamka. Sejak saat itu, polemik mengenai merayakan atau mengucapkan Natal telah menjadi agenda wajib tahunan. Tepatnya Pada bulan Desember 2012 lalu, MUI mengeluarkan fatwa yang menggemparkan. Fatwa itu ialah fatwa haram ucapan Selamat Natal kepada umat kristen di Indonesia, yang dikemukakan oleh Ketua MUI bidang agama, Maruf Amin. Fatwa haram tersebut diantaranya berdasarkan Alquran Surat Al - Kafirun (109): 1 – 6, Al - Baqarah (2): 42, mengenai larangan mencampur-aduk agama Islam dengan agama lain, Alquran Surat Al - Maidah (5): 72 – 73, At - Taubah (9): 30, Al - Maidah (5): 116 – 118, mengenai larangan mengakui ada Tuhan selain Allah atau berkeyakinan bahwa Allah mempunyai anak karena bertentangan dengan Alquran Surat Al-Ikhlas (112): 1 – 5, dan beberapa dalil lain yang memperkuat fatwa  bahwa merayakan Natal bagi umat Islam adalah haram.
Jika merujuk pada fatwa, pendapat, pandangan, atau apapun namanya, maka pasti memunculkan iya dan tidak sebagaimana kata Roland Barthes, The Death of Author, dan teks menjadi milik pembaca. Alasan paling kuat bagi MUI, atau siapapun yang memfatwakan haram merayakan atau mengucapkan Natal adalah karena hal demikian, seolah-olah telah mencampur-aduk antara aqidah Islam dengan agama lain, dan seolah-olah berkeyakinan bahwa Tuhan tidak hanya satu, Tuhan mempunyai anak. Merayakan atau mengucapkan Natal berarti berkeyakinan tersebut, maka hukumnya haram, sebagaimana Kaidah Ushul Fiqh:Menolak kerusakan-kerusakan itu lebih didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahatan”. Meski demikian, MUI menghimbau agar umat Islam tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.
Masalahnya adalah, fatwa tersebut justeru telah memicu perselisihan tidak hanya antar umat beragama tetapi juga antar umat seagama. W.S. Rendra pernah menulis: “Kita ibarat rumput kering”, yang berarti orang Indonesia mudah sekali tersulut, terbakar, fanatik, ego kekelompokan yang serentak bermunculan meskipun terhadap hal-hal kecil. Apalagi, soal Natal adalah soal Indonesia, soal ke-Indonesia-an. Soal Indonesia adalah soal menyatukan ratusan juta kepala untuk mufakat dan sependapat mengenai satu hal, yang tentu berbeda dari doktrinisasi. Jika merujuk pada maslahah, maka maslahah yang seperti apa? Jika merujuk pada mafasit, maka mafasit yang bagaimana? Orang-orang di desa, orang awam, ketika mengucapkan atau merayakan Natal – yang entah merayakan yang bagaimana yang haram –, benarkah juga sekaligus berkeyakinan bahwa ada Tuhan selain Tuhan. Tapi, begitu muncul fatwa haram – yang bisa diketahui dengan mudah melalui teknologi –, orang-orang di desa yang hidup berdampingan dengan non-Islam yang semula adem ayem, tiba-tiba saling bermusuhan dan membenci. 
Barangkali kita bisa menilai bahwa fatwanya tidak salah, tetapi respon yang berlebihanlah yang tidak dapat dibenarkan. Tetapi sekali lagi, ini soal Indonesia, soal kemarahan masyarakat Indonesia yang sudah bertubi-tubi dibikin  hancur lebur oleh geo-politik dan pernikahan masal antara pengantin pria (pejabat) dan pengantin wanita (korupsi) yang melahirkan anak bernama koruptor. Ini soal bagaimana mengatur temperatur psikologi dan mental ratusan juta kepala masyarakat Indonesia.
Jika ikut merayakan atau mengucapkan Natal memang harus diberi hukum, dalam konteks Indonesia, maka pendapat Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqolani dalam karyanya Fath al-Bari – sekurang-kurangnya – lebih bisa digunakan, yakni makruh hukumnya bersuka cita dengan hari raya orang-orang Musyrik dan menyerupai (tasyabbuh) dengan mereka dalam hari raya. Atau, pendapat lain yang bahkan memperbolehkannya, dengan sama-sama diperkuat dengan dalil masing-masing. 

Dengan kata lain, jika hukum tentang mengucapkan atau ikut merayakan Natal berbeda-beda, maka dalam konteks Indonesia sekarang ini, praktik menolak kerusakan-kerusakan itu lebih didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahatan adalah dalam bentuk menjaga Trisila Bung Karno, yakni Berketuhanan, Kemanusiaan, dan Keadilan. Menjaga hubungan kemanusiaan berarti kesadaran yang baik bahwa Kita adalah Indonesia. Prinsip keadilan berarti sebagai Indonesia Kita adalah sama, dan berketuhanan berarti menjadikan yang Esa sebagai Yang Esa. Maka puncaknya adalah, siapapun dari Kita Indonesia, harus menjaga kerukunan antar umat seagama, kerukuanan antar umat beragama, dan kerukunan antar umat berbeda agama, dalam bentuk apapun, bukan sebaliknya.[]

                                                                                                        




COMMENTS

Nama

Ala Islam,2,Bahtsul Masail,6,Bilik Kitab Kuning,2,cerpen,15,figur ulama,7,Humor Santri,4,Ipin dan Iman,3,kesehatan,2,LQ Zone,13,Nasihat,6,opini,14,profil santri,3,Puisi,9,Redaksi,2,tajuk utama,20,teknologi,5,Wawancara,1,
ltr
item
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner: NATAL DAN TRISILA BUNG KARNO
NATAL DAN TRISILA BUNG KARNO
https://2.bp.blogspot.com/-jLS7RWMJy_s/WEIUBfjrb4I/AAAAAAAAAGY/Xq_mB8jPRaAe9yKCen_bCCOp5sDFXN2xwCLcB/s200/download.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-jLS7RWMJy_s/WEIUBfjrb4I/AAAAAAAAAGY/Xq_mB8jPRaAe9yKCen_bCCOp5sDFXN2xwCLcB/s72-c/download.jpg
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/natal-dan-trisila-bung-karno.html
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/natal-dan-trisila-bung-karno.html
true
5050469009596547954
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy