Kita adalah Indonesia, Maka Kita Bersatu

Oleh: Ali Mafrukhindo
           
Fatmawati telah menjahit menyatukan merah putih dengan ketulusan, merah putih inilah yang kelak selamanya  akan berkibar diseluruh penjuru negri yang telah lama tertindas telah lama tenggelam dalam pengapnya penderitaan, terkurung, terkubur, terpenjara, terbakar hancur lebur oleh biadab nya penjajahan,  lalu Bung Karno telah memproklamirkan dengan hikmat bait-bait yang membuat telinga rakyat indonesia begitu sejuk, membuat hati rakyat indonesia begitu riang bahagia, bait-bait yang membuat tubuh rakyat indonesia tergerak untuk bersatu padu menyambut kesenangan, dan bait-bait yang membuat mulut rakyat indonesia bertriak MERDEKA.. MERDEKA... MERDEKA,.. MERDEKALAH UNTUK SELAMA LAMANYA.
            17 Agustus 1945 adalah hari dimana rakyat Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya, di hari inilah negara yang subur tanahnya, negara kepingan surga dengan rakyatnya yang ramah, negara besar yang dilintasi garis katulistiwa, negara yang memiliki ragam budaya, negara kepulauan terbesar didunia telah lahir, negara yang telah dinamakan Indonesia.  Merah putih telah berkibar  rakyat bergegap gempita mengobarkan semangat kemerdekaan bagai badai yang mengamuk bergemuruh begitu merdunya. Rakyat Indonesia telah terbebas dari hiruk pikuk segala macam penjajahan yang telah dilakukukan oleh iblis imperealis yang biadab.
            17 agustus 1945 adalah sejarah besar yang tercatat di lubuk hati rakyat Indonesia Dalam perjuangan yang tak mudah rakyat Indonesia telah mengalami berbagai bentuk penjajahan yang tidak manusiawi. Di hari bersejarah itulah rakyat bersorak sorai berbahagia karena Indonesia telah merdeka Indonesia telah menjadi negara yang berdaulat. Namun proklamasi kemerdekaan Indonesia ternyata tidak cukup membuat negara-negara imperialis diam begitu saja karena mereka ternyata telah mengirim pasukannya lagi ke tanah yang subur ini berdasarkan civil affairs agremeent, pada 23 agustus 1945 inggris dengan belanda mendarat di sabang, Aceh 15 september 1945, tentara Inggris selaku wakil sekutu telah tiba di Jakarta dengan didampingi oleh Dr. Charles Van Der Plas, wakil belanda pada sekutu kehadiran tentara sekutu ini di boncengi oleh NICA (Netherland Indies Civil Administration) atau pemerintah sipil Hindia Belanda yang telah dipimpin oleh Dr. Hubertus J Van Mook. Dia dipersiapkan untuk membuka perundingan atas dasar pidato siaran radio ratu Wilhelmina tahun 1942 (statkundige concepti atau konsep kenegaraan) akan tetapi ia mengumumkan bahwa ia tidak akan berbicara pada Soekarno yang telah dianggapnya bekerjasama dengan Jepang. Pidato ratu Wilhemina tersebut menegaskan bahwa di kemudian hari akan dibentuk sebuah negara persemakmuran yang diantara anggotanya adalah kerajaan Belanda dan Hindia Belanda di bawah kepemimpinan ratu belanda. Akan tetapi api semangat kemerdekaan yang sepenuhnya sudah terlanjur berkobar-kobar di hati rakyat Indonesia, negara indonesia adalah negara untuk rakyat Indonesia yang tidak akan tunduk pada kekuasaan negara lain, lebih baik berjuang merangkak berjalan lalu berlari dengan gagah tetapi tetap independen dengan mengatasnamakan saya adalah indonesia bukan persemakmuran dari negara manapun.
            Perlawanan harus tetap dilancarkan untuk mengusir sekutu dari ibu pertiwi ini rakyat Indonesia kembali bertempur, kemerdekaan harus tetap dipertahankan dengan semangat jiwa yang berkobar rakyat Indonesia berhasil mengusir tentara sekutu dari berbagai wilayah yang telah diduduki oleh mereka, perjuangan para pahlawan bukanlah perjuangan yang mudah namun menyisakan pertumpahan darah, menguras tenaga, fikiran, air mata dan harta benda. Tuhan Yang Maha Esa  telah memberikan kemerdekaan melalui jerih payah para pahlawan yang menghendaki kemerdekaan yang sesungguhnya untuk generasi anak cucu bangsa Indonesia mendatang, mereka telah menitipkan agungnya kemerdekaan Indonesia untuk kita dan tentu kita harus mengembannya dengan baik, kita harus menancapkan sedalam-dalamnya di  lubuk hati kita rasa perduli akan kemerdekaan Indonesia dengan cara mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.
            Sedikit mengutip kata dari bung karno “hai pemuda pemudi indonesia berapa jumlahmu , jawablah kami hanya satu”  kata ini sungguh menyampaikan pesan yang begitu sangat mendalam dan bermakna persatuan di mana para pahlawan yang telah mendahului kita telah menghendaki persatuan diantara berjuta-juta rakyat Indonesia yang berbeda suku, beda budaya, beda agama dan kepercayaan, berbeda bahasa dan berbeda ideologi karena pada kenyataannya Indonesia ini negara besar dengan jumlah penduduk yang begitu banyak maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi berbagai pergolakan yang didasari oleh kefanatikan yang buta. baik fanatik kedaerahan, fanatik ideologi, fanatik keagamaan dan lain sebagainya maka dari itulah pancasila dirumuskan sebagai ideologi pandangan hidup yang menjadi landasan rakyat Indonesia dalam bernegara.
            Sejatinya kita sebagai generasi penerus kemerdekaan Indonesia harus menjaga harapan dan amanat yang telah disampaikan oleh para pahlawan yang bersusah payah dalam berjuang untuk memerdekakan Indonesia, dengan jalan kita harus bersatu kita harus merasa bahwa kita adalah Indonesia. Sejatinya kita harus mengenyampingkan kepentingan kelompok, kepentingan organisai, kepentingan partai atau kepentingan apapun demi kepentingan nasional. Kepentingan nasional harus tetap di utamakan di atas kepentingan apapun.
            Ini adalah permasalahan yang begitu pelik yang terjadi di Indonesia saat ini dimana kepentingan-kepentingan yang sifatnya pribadi untuk menguntungkan diri sendiri dan kelompoknya itu sangat diutamakan terutama di jajaran para pejabat yang mana mereka hanya mengutamakan kejayaan partainya dari pada kejayaan nasional maka sungguh mereka saling bertikai untuk saling melemahkan lawan politiknya  yang dianggap akan menghalangi kelangsungan partai yang telah dibelanya, jalan ini ditempuh dengan cara memecah belah partai lain memecah belah instistusi yang dianggap akan membahayakan langkah-langkahnya. Padahal partai diciptakan untuk menjembatani segala kepentingan rakyat, partai diciptakan untuk kesejahteraan rakyat untuk membangun kehidupan rakyat , juga memberi pendidikan politik yang positif terhadap rakyat dan diharapkan akan memberi kontribusi kebaikan terhadap rakyat.
            Bahkan tidak hanya dikalangan para pejabat dan partainya saja rasa fanatik buta juga menjangkit dalam ranah organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan. Perlu kita ketahui warisan mental dari para pendahulu kita adalah mental gotong royong ini menjadi warisan yang sangat berharga yang mana rakyat Indonesia diharapkan saling membantu saling menolong satu sama lain, namun yang sering terjadi hanya karena berbeda organisasi keagamaan apalagi berbeda agama. hanya karena berbeda organisasi kemasyarakatan ini menjadi alasan untuk seseorang pilah pilih pada siapa dia akan berbuat baik dan pada siapa dia akan saling membantu. Mari kita telaah dan kita renungkan dan kita simpan dalam hati nasihat yang telah disampaikan oleh presiden ke empat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid,  “tidak penting apa latar belakangmu, kalau kamu bisa melakukan sesuatau yang lebih baik untuk semua orang, orang tidak akan bertanya apa agamamu, apa sukumu, apa latar belakangmu.”  
Sebenarnya nasihat ini bisa dijadikan bekal untuk kita mengisi kemerdekaan ini demi kejayaan dan kemajuan Indonesia. Karena jika rakyat Indonesia masih meributkan perbedaan, mengunggulkan kelompok apalagi mementingkan pribadi maka pergolakan akan terus terjadi permusuhan akan terus berlanjut jika hal ini terus berlanjut, rakyat Indonesia tidak sempat berfikir untuk memajukan bangsa tidak sempat bertindak untuk kepentingan nasional ini teramat berbahaya jika terjadi dikalangan pejabat dan para pemimpin yang mengutamakan kepentingan partai dan kelompoknya para pemimpin dan pejabat tidak sempat memikirkan kesejahteraan rakyat, karena mereka sibuk menyusun langkah dan strategi untuk  menjatuhkan lawan politiknya mereka hanya berperang untuk merebutkan kejayaan masing-masing.
            Tiga setengah abad lamanya bumi Indonesia telah terjajah, tiga setengah abad bukanlah waktu yang singkat bahkan ini adalah waktu yang begitu sangat lama tak lain dan tak bukan, tentu kita semua tahu kenapa hal ini bisa terjadi tentulah alasanya karena pada saat itu bangsa Indonesia belum sadar belum terbuka mata akan melihat besarnya kekuatan persatuan dan kesatuan. Rakyat Indonesia saat itu masih terpecah belah oleh berbagai suku dan kerajaan-kerajaan yang bahkan justru suku –suku dan kerajaan ini masing-masing dengan mudahnya diadudomba oleh pihak penjajah hingga mereka saling bertikai sehingga mereka tidak sempat berfikir bagaimana cara untuk terbebas dari penjajah yang memper budak pribumi, penjajah yang mengangkut sumberdaya alam, penjajah yang membungkam dan membunuh kebebasan.
Maka dari itu sebagai rakyat Indonesia yang telah merdeka melalui moment tanggal 17 agustus sebagai hari proklamasi itu dibacakan dan lahirlah Republik Indonesia, hendaklah  kita harus meneruskan perjuangan para pahlawan dengan cara yang berbeda bukan lagi berperang menajamkan bambu runcing untuk  mengusir penjajah, bukan memuntahkan peluru , bukan menghunuskan pedang , bukan meluncurkan anak panah , melainkan membangun dan menegakan  pilar-pilar yang kokoh dalam jiwa kita masing-masing untuk menegakan dengan gagahnya persatuan dan kesatuan, hingga terciptalah kerukunan dan harmonisasi kehidupan sosial, tidak adalagi perselisihan antar partai politik, tidak ada lagi saling mengolok-olok antar organisasi, tidak adalagi kerusuhan antar agama, tidak adalagi perkelahian antara suporter bola tidak adalagi tawuran antar pelajar dan tidak ada lagi segala macam kegaduhan yang menciptakan ketidak nyamanan dalam kehidupan bernegara. Dan bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya.[]

            

COMMENTS

Nama

Ala Islam,2,Bahtsul Masail,6,Bilik Kitab Kuning,2,cerpen,14,figur ulama,7,Humor Santri,4,Ipin dan Iman,3,kesehatan,2,LQ Zone,13,Nasihat,6,opini,14,profil santri,3,Puisi,9,Redaksi,2,tajuk utama,20,teknologi,5,Wawancara,1,
ltr
item
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner: Kita adalah Indonesia, Maka Kita Bersatu
Kita adalah Indonesia, Maka Kita Bersatu
https://4.bp.blogspot.com/-4v75IvOSPPo/WEGgdmN3T8I/AAAAAAAAAE4/_TX5ssAZOY4yf6k5xI-U0GHQXZHoQZJtwCLcB/s200/wpid-nkri3.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-4v75IvOSPPo/WEGgdmN3T8I/AAAAAAAAAE4/_TX5ssAZOY4yf6k5xI-U0GHQXZHoQZJtwCLcB/s72-c/wpid-nkri3.jpg
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/kita-adalah-indonesia-maka-kita-bersatu.html
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/kita-adalah-indonesia-maka-kita-bersatu.html
true
5050469009596547954
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy