BIOGRAFI K.H SAID AGIL HUSIN AL-MUNAWWAR

Oleh : Ubaid

Said Agil, yang juga menjabat Rektor Institut Agama Islam Jamiat Khaer, ini dilahirkan dari sebuah kelurga sederhana di Kampung Tigabelas Ulu, Palembang, tanggal 26 Januari 1954. Ayahnya, K.H. Sayyid Husin bin Agil Ahmad Al Munawar (wafat 13 November 1989), berasal dari keluarga yang menekuni keilmuan dan keagamaan. Seorang sosok pemuka kampung, kyai dan ustad, yang sejak usia muda peduli dengan pendidikan. Ibunya, Hj. Syarifah Sundus (Utih) binti Muhammad Al Munawar (wafat 20 Februari 2001), seorang ibu rumah tangga yang taqwa dan bijaksana.
Saat Agil berusia dua tahun, tepatnya tanggal 26 Juli 1956, ayahnya mendirikan Yayasan Pendidikan Madrasah Tarbiyah Munawwariyah. Kata Tarbiyah berarti pendidikan, sedangkan Munawwariyah adalah nama keluarganya. Sampai sekarang lembaga pendidikan ini masih beroperasi. Tingkat pendidikannya hanya sampai SD (Madrasah).

Lembaga pendidikan ini sudah mendapat status diakui dari pemerintah, sudah melakukan ujian sendiri. Prestasi yang dicapai juga cukup menggembirakan. Setiap tahun dalam ujian negeri selalu lulus 100% dengan kualitas terbaik. Said Agil sendiri adalah lulusan dari madrasah ini. Ia 'dipaksa' ayahnya untuk belajar di 2 sekolah. Pagi hari sekolah di SD Negeri 8 Sepuluh Ulu Palembang, siangnya sekolah di Madrasah Tarbiyah Munawwariyah.S

Ayahnya mempunyai persepsi jika seorang anak disibukkan dengan sekolah, dia tidak akan memikirkan bermain, karena melalui bermain ada saja pengaruh pergaulan dan sebagainya. Ia lulus dari Madrasah Tarbiyah tahun 1966. SD Negeri lulus tahun 1967, saat sekolah agamanya sudah setingkat kelas 2 SMP atau kelas 2 Tsanawiyah.

Madrasah Tsanawiyah itu diasuh Yayasan Al Ahliyah (menaungi sebuah perguruan tinggi cukup tua) didirikan sekitar 1926 oleh para ulama terkemuka di wilayah Palembang. Daya tarik perguruan itu adalah para pengajarnya semua kyai yang sangat populer. Mereka mendapatkan kesempatan bertemu dengan para kyai hebat di sekolah itu.

Para kyai itu pernah dididik di situ, mengabdikan diri juga di situ walaupun masing-masing mempunyai kesibukan lain. Said Agil sangat bangga dengan perguruan itu. Ia belajar di situ selama empat tahun dan lulus tahun 1969. Ia melanjut ke Sekolah Persiapan Universitas Islam Al Ahliyah (SPUI) 17 Ilir Lrg Ketandan Palembang. Ia termasuk angkatan pertama dan lulus 1971.

Ia percaya setiap orangtua menginkan anaknya untuk maju, berhasil melebihi dirinya, paling tidak seperti dirinya. Demikian pula orangtuanya yang menginginkannya menjadi penerus. Sehingga dalam menanamkan nilai-nilai hidup, orangtuanya melakukan melalui pendidikan formal dan nonformal. Untuk pembinaan spritual, akhlak dan budi pekerti ia 'dititipkan' kepada kakeknya.

Setiap subuh ia dibimbing belajar bahasa Arab, diberikan hafalan. Sebuah pendidikan non-formal dan belajarnya di rumah. Sang Kakek mendidiknya ke arah kehidupan spiritual yang lebih baik. Kakek ini punya kegiatan tahajud yang luar biasa, tiap malam lebih kurang 200 rakaat. Tidurnya hanya sesaat. Kakeknya selalu bilang, "Jika kamu mau jadi orang pintar, ayo ikut sholat!"


Pendidikan yang diperoleh dari ayah-ibu dan kakeknya, sangat memberi warna dalam kehidupannya, baik ketika bersekolah di luar negeri. Prestasinya di setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga SPUI Al Ahliyah, pun selalu rangking 1. Kemudian ia melanjut ke Sekolah Persiapan IAIN Raden Fatah (SPIAIN) Palembang. Karena ia lulusan sekolah swasta, harus mengikuti ujian negeri lebih dulu untuk bisa mengikuti ujian masuk SPIAIN itu.

Saat lulus SMA (SPUI) usianya masih sangat relatif muda, di bawah 17 tahun. Karena ia pernah melompat kelas, hanya tiga bulan di satu kelas dan langsung dinaikan ke kelas berikutnya. Sehingga kebanyakan calon mahasiswa yang mendaftar berusia sekitar 17-18 tahun sedangkan umur Said Agil masih kurang dari itu. Tapi pihak SPIAIN tidak dapat menolak karena ia mempuyai ijazah sekolah agama dan sekolah negeri. Bahkan akhirnya kedua ijazah itu menjadi modal baginya untuk masuk perguruan tinggi itu tanpa testing.

Ia diterima di Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah, dan mendapat beasiswa selama beberapa bulan serta meraih gelar sarjana muda tahun 1974 dengan predikat cum laude. Setelah itu, ia memiliki kerinduan untuk dapat kuliah di luar negeri. Sebab ia berpikir, "jika orang bisa kenapa saya tidak bisa." Hal ini memacu semangatnya. Apalagi ayahnya juga mendukung dan menegaskan ia harus kuliah di luar negeri. Kalau masih sekolah di dalam negeri, tidak lagi diijinkan. Ini karena ia anak pertama.

Sementara ada juga tawaran beasiswa ke berbagai negara seperti Mesir, Iran, Kuwait dan Qatar. Namun orangtuanya memustuskan untuk memilih Saudi Arabia dengan pertimbangan walaupun jauh tapi dapat bertemu pada musim haji.

Akhirnya ia berangkat ke Madinah. Kuliah di Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah, sebuah universitas Islam tertua di Saudi Arabia, yang sering didatangi oleh utusan berbagai negara. Di Fakultas Syari'ah itu ia dididik selama 4 tahun untuk mendapatkan gelar LC atau LML sebuah predikat untuk lulusan hukum Islam. Ia lulus 1979 dengan cum laude dan memperoleh hadiah dari Raja Saudi Arabia, seribu rial.

Ia pun dicalonkan oleh universitas untuk mengikuti ujian S2 di universitas itu. Tapi ia punya keinginan masuk ke lembaga pendidikan lain, untuk mengubah suasana dan alamamater. Walaupun ia menghargai keinginan universitas, tapi ia tidak mengikuti testingnya. Ia malah mendaftar ke Universitas King Abdul Azis di Makkah, yang merupakan cabang Universitas King Abdul Azis Jeddah. Ujian masuk ke universitas itu sangat ketat, tapi alhamdulillah ia lulus. Sehingga ia harus mengganti visa sesuai perubahan tempat kuliahnya.

Tahun 1980 ia pulang dan menikah dengan Fatimah Abu Abdillah Assegaf, kelahiran Tegineneng, Lampung Selatan 27 Mei 1957. Keinginannya menikah pada usia 25 tahun ternyata Allah takdirkan juga. Ia memboyong isterinya ke Makkah. Selama di Makkah mereka dikaruniai empat dari enam anak yakni Afaf (1981), Fahed (1983), Tsuroya (1984) dan Lulu (1986). Dua anaknya lahir di Jakarta, Faisal (1988) dan Husain (1991).

Pada tahun 1982 ketika ia sedang memulai tesis, Universitas King Abdul Azis Makkah merubah nama menjadi Universitas Ummu Al Quro Makkah Saudi Arabia dan terpisah untuk mandiri dari Universitas King Abdul Azis Jeddah. Ia lulus Master of Art 1983 dan melajutkan mengambil S3 atas berbagai pertimbangan dan saran dari guru-gurunya. Akhirnya tahun 1987 ia memperoleh gelar Ph.D dengan spesialisasi Hukum Islam.


Perjalanan Karir
Setelah itu ia kembali ke tanah air. Namun sebelumnya ia ditawarkan oleh duta besar melalui Konjen Ahmad Nur untuk menjadi seorang diplomat dengan segala keperluan ditanggung oleh kedutaan. Namun ia berpikir, jika menjadi seorang diplomat, mau dikemanakan ilmunya? Selain itu, ia juga berpikir akibatnya bagi anak-anak yang harus pindah-pindah tempat tinggal. Kemudian ia menceritakan posisi tawaran Deplu itu kepada Munawir Saadjali, yang waktu itu menjabat Menteri Agama. Munawar Saadjali mengatakan, "Jangan! Cukup saya saja yang menjadi diplomat karena di Indonesia kamu dibutuhkan."

Maka saat ia tiba di Indonesia, ia melapor ke Menteri Agama. Menteri Agama memintanya tinggal di Jakarta. Lalu mengikuti pendaftaran kepegawaian pada bulan Desember. Bulan Maret SK kepegawaiannya sudah keluar. Karena yang mengurus menteri. Pada tahun 1989 ia dipercaya di IAIN Jakarta sebagai dosen tetap untuk memikirkan sebuah jurusan baru yaitu Jurusan Tafsir Hadis. Ia menyusun kurikulum dan silabus. Tahun 1990 ia pun diangkat sebagai ketua jurusan.

Jurusan Tafsir Hadis ini terus ia kembangkan hingga menjadi salah satu fakultas yang paling diminati di IAIN itu. Rata-rata lulusan IAIN Jakarta yang terbaik berasal dari fakultas ini. Pada tahun 1998 ia memutuskan untuk menyerahkan jabatan ketua jurusan kepada asistennya. Ia berniat hanya mengajar di jurusan itu. Namun, Lihat Daftar Direktur
Direktur Pascasarjana Harun Nasution, meninggal pada akhir tahun 1998. Sehingga pada tahun 1999 dengan SK Menteri Agama tertanggal 25 Agustus 1999 ia diangkat menjadi Lihat Daftar Direktur
Direktur Pascasarjana. Jabatan ini masih tetap dipegangnya sampai saat ia menjabat Menteri Agama Kabinet Gotong-royong 2001-2004.

Ketika ia diangkat menjadi Direktur Pascasarjana, lulusan S3 masih sebanyak 178 orang. Sementara dalam tiga tahun kepemimpinannya, lulusan S3 menjadi 281 orang dengan kualitas yang diharapkan. Selain menjadi dosen tetap di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ia juga mengajar di berbagai perguruan tinggi, antara lain dosen pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, IAIN Ulama, Pejuang perang paderi
Imam Bonjol Padang, IAIN Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Sumatera Utara, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
.
Ia mengaku tidak pernah berpikir dan membayangkan untuk menjadi seorang menteri. Selama ini ia hanya berpikir dan mengabdi sebagai seorang akademisi yang menekuni ilmu. Seorang ilmuan, mubaliq, ustad yang aktif juga di berbagai stasiun tv, dalam acara kuliah subuh dan di berbagai forum diskusi. Pada tahun 2000 ia diangkat menjadi guru besar dan pengukuhannya dilakukan 17 Maret 2001.

Jika berpikir saja tidak, apalagi berusaha menjadi menteri, tentu juga tidak pernah. Lalu kenapa ia menjadi menteri? Jawaban yang pasti: karena ia seorang ilmuan, mubaliq dan ustad yang memahami Al-Quran bahkan hafal Al Quran 30 Juz dan tidak ambisius menjadi menteri. Apalagi ia dikenal sebagai seorang tokoh yang moderat, tokoh yang mudah diterima semua golongan. Ia pun dikenal karena pernah menjadi kori tingkat nasional 1975 dan menulis beberapa buku. Bukunya antara lain, I'jah al-Quran dan Metodologi Tafsir (1993), dan Dimensi-dimensi Kehidupan dalam Perpektif Islam (2001).

Sehingga ketika isu pembentukan kabinet Megawati lagi menghangat dan ia disebut-sebut salah satu yang dinominasi menjabat Menteri Agama, ia hanya mengatakan itu terserah kepada Allah. Jika menjadi menteri diterima sebagai sebuah amanah. Tapi jika tidak, juga terserah Allah. "Karena memang saya tidak terpikir untuk menjadi seorang menteri," katanya.

Tetapi di hari-hari terakhir ia sudah mendengar dari teman-teman bahwa ia dinominasikan. Pada Rabu pagi, tanggal 8 Agustus 2001 sudah banyak berita yang ia dengar. Ada yang bilang ia yang terpilih. Ia hanya menjawab: 'Insyallah!' Malamnya sekitar jam 20:10, ternyata ia dihubungi oleh Presiden Megawati. Ketika itu ia sedang di rumah. Ibu Megawati hanya bicara singkat, sekitar 8-10 menit.

Lewat telepon Presiden Megawati mengatakan, "Saya ingin Pak Agil membantu saya. Saya berharap Pak Agil bisa menjadi Menteri Agama." Juga dengan kalimat tambahan, agar merahasiakan dulu pembicaraan itu. "Saya pikir, mungkin karena saya orang pertama yang dihubungi oleh Ibu Mega," kata Said Agil. Mengingat waktu, baru sekitar pukul 20.10, boleh mungkin Said Agil orang pertama yang ditelepon presiden. Sebab ada menteri yang ditelepon lewat pukul 24.00.






COMMENTS

Nama

Ala Islam,2,Bahtsul Masail,6,Bilik Kitab Kuning,2,cerpen,14,figur ulama,7,Humor Santri,4,Ipin dan Iman,3,kesehatan,2,LQ Zone,13,Nasihat,6,opini,14,profil santri,3,Puisi,9,Redaksi,2,tajuk utama,20,teknologi,5,Wawancara,1,
ltr
item
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner: BIOGRAFI K.H SAID AGIL HUSIN AL-MUNAWWAR
BIOGRAFI K.H SAID AGIL HUSIN AL-MUNAWWAR
https://2.bp.blogspot.com/-5mWwisCRDfw/WEOeYBsLOqI/AAAAAAAABuE/RmRccG6xb5kRzUwsAm2WXF34k071Xix3wCLcB/s200/said%2Bagil.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-5mWwisCRDfw/WEOeYBsLOqI/AAAAAAAABuE/RmRccG6xb5kRzUwsAm2WXF34k071Xix3wCLcB/s72-c/said%2Bagil.jpg
IQRO' ONLINE | PPLQ Media Partner
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/biografi-kh-said-agil-husin-al-munawwar.html
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/
http://iqro.al-luqmaniyyah.id/2016/12/biografi-kh-said-agil-husin-al-munawwar.html
true
5050469009596547954
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy